OMBAK DAN BIDUK
engkaulah ombak yang setia dihempas angin
akulah biduk yang merindukan ombak
sebatas angan
hanya sebuah muara tempat kita bertemu
burung camar,
pasir putih,
menjadi bahasa yang akrab
biruk laut menjadi jiwa untuk berbagi
harapku melayang diantara bayangan dermaga
kemudian tergeletak diantara daun-daun kering
air adalah rumahku
setiap detik kubangun riak
dengan sisa-sisa tenaga menggapai awan
hanya satu harapanku
"musim yang tak pernah goyah"
by nona lala
(aku dewajingga,bukan pujangga) untuk menterjemahkannyapuan ada yang menghantuiki antara salah dan menjadi hinaan bagiku.
nb.katakan tidak tau,dari pada dibilang salah